Powered by Blogger.
RSS
Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Sajak Senja

Kereta api dan rel terasa keras
dan dingin di tanganku
Matahari lepas pandang
dan ujung petang menyentuhkan jari kaki
pada dinding jantungku
Aku memandangmu
dan tatkala kereta api bergerak,
kata selamat jalan tetap tak terucapkan

Barangkali
Pertemuan
dan
Perpisahan ini
lebih dari kata-kata
Aku menghapus air mata
di dalam gelap
dan rel yang panjang itu
sesekali memantulkan cahya neon,
aku teringat
hiasan putih di blouse-mu yang biru pekat


Bakdi Soemanto.2007.Kata.Yogyakarta.Bentang
Berharap dengan jalur kereta yang sama, waktu yang sama, pakaian yang sama, barang bawaan yang sama, wajah yang sama, senyum yang sama, dan kereta tujuan Yogyakarta akan kembali :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Barangkali Diam Adalah yang Paling Baik

Barangkali diam adalah yang paling baik

Diam dan menyaksikan semuanya.
Diam.
Selama tidak terlalu banyak menipu diri sendiri, Diam.
Bukan karena pepatah:
bahwa diam adalah emas!
Diam.
Dan menyaksikan semuanya
Yang tengah berlangsung.
Barangkali diam adalah yang paling baik.
Pada suatu saat barangkali memang harus diakui: diam.
Dan semuanya dalam menunggu.
Dan menunggu.
Dan menunggu.
Sudah pasti sekali di sini:
Menunggu!

Kata|Bakdi Soemanto [1968]

Haaah, diam. ya, diam! Itu memang pilihan terbaik. Daripada aku terus berbuat kesalahan yang bikin beban pikiran, lebih baik DIAM

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sajak Bayang-Bayang

Bayang-bayangmu selalu datang

dan mengingatkan tentang
janjimu sendiri
agar aku tetap menunggu di sini
untuk tujuh abad lagi

Dan tujuh abad telah lewat
tanpa sepucuk surat.
Tetapi bayang-bayangmu
tetap datang setiap malam
menegaskan janjimu
tentang masa depan.

Barangkali:
kesediaan menderita,
menjaga tetap setia,
adalah nilai-nilai puisi.
Di tengah perubahan dalam kehidupan
nilai-nilai itu tetap dinyanyikan
sebagai kebanggaan impian.

Pertanyaannya:
masihkah kau kenali
suaramu sendiri
yang terekam di dalam hati?
 
Kata|Bakdi Soemanto [1979]


Sebenarnya puisi ini lagi diarahin ke seseorang *kayak nyindir gitu loh* buat Mas C, please lah. Sadar aja ya, yang lebih baik masih banyak dan janganlah kalau kamu ngumbar-ngumbar semua yang ada di kamu, oke!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS