Powered by Blogger.
RSS

Differences between Indonesian and Western

B1: “Are you fine?” *lihat ke depan mukaku*
F: “Yes I’m okay, I just shocked” *sambil linglung*
B2: “hati-hati” *lalu pergi*

Short conversation but special. Entah kenapa dari kejadian yang aku alami di hari Senin yang kelabu itu membuatku sadar bahwa hidup itu tolong menolong, bukan untuk mencibir. Terkadang, ketika kita jatuh mungkin terpuruk, tidak sedikit yang mengejek, mencemooh, atau mendiamkan kita. Tetapi dari si Western ini, akhirnya saya mengerti… Stranger not always bad.

Hari Senin, dari rumah Vina di Kasongan, aku pulang, di Jalan Bantul sesudah jembatan besar, aku terpeleset jatuh karena ngerem dadakan dan jalanan berpasir. Hujan… Untung jatuhnya nggak kaya biasanya (re: ketindihan motor) tapi reflek aku minggir dari motor. Aku kaget, bingung, dan linglung. Malu sih nggak!
Tiba-tiba datang 2 orang bantuin ngangkat motorku, aku masih bingung. Akhirnya aku bisa bilang, “Makasih”. Dan orang yang bantu angkat motorku bilang, “Tidak apa”. Aku duduk di motor, sambil diem, ngambil mantel. Dan disitu baru aku sadar yang nolong aku adalah 2 bule cantik :)

Mereka tanya keadaanku, tapi aku baik-baik aja kok, yang aku heran, disitu banyak orang-orang *Indonesia tentunya* pada minggir pake mantel mereka, nggak ada sedikitpun yang respon, waktu aku jatuh nengok bentar, terus sibuk pada pakai mantel masing-masing. How severe! Kita satu ras! Tidak adakah rasa empati yang tumbuh pada diri kalian?! Aku nggak berharap harus ditolong sih, setidaknya…

Entahlaaah… Aku terlalu lelah untuk memikirkan soal itu, yang pasti, kalau ada statement, “Orang Indonesia ramah-ramah ya” oh, bisa jadi karena ada ‘sesuatu’. Cause I think, western more friendly, although they meet another stranger who isn’t a race.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Marvelous Mind of Indonesian Pupils


“Berbicara mengenai pendidikan akhir-akhir ini, yang terbaru adalah permasalahan UN. Entah UN jadi dihapuskan atau tidak, masih menjadi perbincangan di kalangan para pendidik dan pelajar. Lantas bagaimana tanggapan menteri pendidikan terkait problema yang sedang jadi trending topic ini?”



Guys, paragraf di atas hanya sekadar pertanyaan yang sering muncul di rubrik pelajar. Keren bukan, pikiran anak muda sekarang ini makin berkembang. Dari paragraf itu nanti, akan muncul sub-sub dan detail pertanyaan lain. Sudah banyak dan tidak akan muat apabila saya berikan contohnya di sini.

On a group of students –my friends and I– almost take ‘education destroying’ topic to talk. Mulai dari pemimpin teratas pendidikan sampai yang menuntut ilmu. Saya selaku penulis, menuliskan aspirasi ini untuk berbagi kepada pembaca–khususnya yang kritis pendidikan Indonesia, bahwa di luar sana banyak sekali opini pelajar tentang ‘amburadul pendidikan’ yang belum tertampung. Mana kotak-kotak saran yang ditawarkan sekolah pada siswa? Nggak pernah ada pembahasan mengenai “Rancangan Pembaharuan Sistem Kurikulum SMPN * Yk Tahun 2012/2013 versi Guru dan Siswa SMPN * Yk” Bukankah sekolah adalah salah satu fasilitas siswa? Sekolah tanpa siswa hanya bangunan kosong. Emang pemerintah nih, mau main-main sama kemajuan generasi bangsa. Sekolah neng LUAR NEGERI wae yo, sing ora AKEH ATURAN! Seperti itulah pembicaraan yang pernah saya dengar dari siswa berseragam putih biru di salah satu kafe. Medeni ra yen bocah SMP wae uwis kritis masalah ngudi ilmu sing kudune entuk perhatian saka pemerintah! Kalau saya pribadi menanggapi hal tersebut sih, setuju karena saya adalah pelajar normal. Bicara pendidikan luar negeri, memang akhir-akhir ini terbuka lebar bagi pelajar Indonesia untuk menimba ilmu di sana. Terlepas dari nasionalisme bangsa tentunya, justru ini yang terbaik bagi kemajuan bangsa, bukan sebuah pengkhianatan karena kita lebih memuja pendidikan luar negeri daripada Indonesia. Tetapi nilai riilnya untuk masa depan. Kita tidak berada di negeri dongeng yang semuanya pasti akan happy ending. Of course not, throw away, far far away from your mind! Contoh sederhana yang nyata, Pak Habibie, sopo sing ora kenal, buka RPUL, buku PKn kelas 4, buku sejarahmu! Presiden ketiga Indonesia yang sekolah di Jerman, pulang-pulang buat karya pesawat –dihujat sama anak bangsa coba!– justru dibeli sama orang Jerman. Penghujatan itu adalah salah satu bentuk ketidakpercayaan sesama anak bangsa lho, sadar nggak! Ngeri! Tapi bukan itu intinya,inti dari permasalahan ini tetap pendidikan. Bagaimana caranya anak bangsa bisa meningkatkan prestasinya terutama di kancah internasional tanpa ada protes keras mengenai sistem pendidikan. Kalau tingkat protes aja mencapai 87% sementara perdamaian tersisa 13% menuju tidak sempurna, berarti ada yang salah dengan sistem pendidikannya, bukan orang yang menuntut ilmu.

Mungkin Indonesia butuh disurvei oleh pakar pendidikan terbaik dari luar negeri, ya misalnya UK. Terlepas dari budayanya, hai para professor universitas UK ternama, adakanlah survei terbaik, termaksimal, terheboh mengenai sistem pendidikan di Indonesia berdasar sudut pandang, kemampuan dan ketekunan pelajar Indonesia. Tunjukkanlah jalan terbaik agar Indonesia mampu memperbaiki kekurangan pada dirinya, biarlah yang menjamin segalanya Tuhan YME.

Kalau bicara soal pendidiknya…
Ada juga lho teman saya yang pernah bilang, “guru yang pandai memanah itu mengajarkan ilmunya kepada semua muridnya dan mengharuskan muridnya lulus dalam ujian memanah sesuai teknik yang diajarkan padahal yang terbaik di kelas memanah hanya Arjuna.” Nyesek banget ya, berarti kemampuan setiap siswa itu rata-rata sama, hanya metodenya yang berbeda, ya kalau dinyatakan tanpa ungkapan gini, “kebanyakan guru menilai muridnya cuma dari the main of point of view, aku nyesek banget nilaiku lebih jelek dari dia gara-gara nilai ujian praktiknya lebih baik, padahal nilai keseharianku juga baik, rajin ngumpul tugas!”

Wah, kamu sekolah cari ilmu atau nilai? Atau gengsi-gengsian? ;) kita bahas di post berikutnya ya.


Regard,
Fifi     

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Life's Never Flow

Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat pagi. Goten morgen. Sobahul khoir. Good morning. Bonjour. Wilujeng enjing. Sugeng enjing. Selamat datang dan selamat berjumpa lagi kawan bloggie serta reader. Sudah lama sekali saya tidak mengunjungi page ini, terima kasih kepada Allah telah mengingatkan bahwa saya masih memiliki 'dunia' ini. Ini adalah berkah.

Selama vakum, perjalanan hidup saya mulai beraneka ragam. Dimulai dari kenaikan kelas di XI IPA 3 sampai sekarang semester II menjelang UKK. Dari pesantren-rumah-pesantren. Dari yang pahit, asem, manis, asin, sampai umami. Saya belajar dari kehidupan, orang tua, seorang teman kelas, beberapa senior di pesantren, dan... Atas introspeksi diri sendiri. Terlalu banyak ujian dan bisa dibilang ini adalah tahap perjalanan rohani bagi saya.

Terdengar mainstream, tapi kalau orang- orang di luar sana sudah merasakan the real struggle of life barulah ia mengerti, cerita yang ada di sinetron, film, drama itu bukan sekadar rekayasa. Trust me! Hidup memang asli KERAS! Banyak orang yang memberi masukan, saran, nasehat, tanda protes tapi waktu itu memang mata saya belum terbuka lebar akibat terlalu seringnya bersenang-senang. Hura-hura tak berguna. Kerennya bukan main saat saya sadar orang yang bersenang-senang dengan saya jarang ada atau bahkan tidak ada ketika saya susah. Betapa keren hidup ini. A competition comes from your...

friend~

Awesome. Saya kagumi kemampuan teman-teman. Tapi ketika saya tahu teman sungguhan (ex: tunjung, sorry for mention ur name here) dia ini petuah hidup saya sebagai seorang teman laki-laki. Lalu sahabat (re: yayik dan farisa) mereka inspirasi dan semangat terbesar, yang tidak pernah lelah dengan pola pikir saya. Ada senior di pesantren (re: mbak weni) dia ini kakak humoris dengan sejuta petuah, tidak pernah bermaksud menyalahkan hanya mendukung yang menurut kami yang terbaik. Selanjutnya orang tua saya, maaf untuk ibu karena membuat beliau menangis atas perilaku saya di rumah, maaf untuk bapak yang harus mengeluarkan amarah karena 'kembajoran' saya. Bukan maksud hati berniat begitu, tapi saya janji akan selalu minta maaf ketika berbuat salah. The last is, myself. Being yourself is hard than be others, right?

Pada akhirnya, saya sekarang belajar untuk mencari pelangi saya sendiri. Bukan terus mendangak dan tidak peduli pada sekitar, lalu serta merta menyusahkan orang lain. Because... The precious experience comes from your mind and deep in your heart, you should believe that :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"The Hum" Suara Misterius di Perut Bumi

Bebagai macam tipikal suara ada di sekitar manusia. Mulai infrasonik, audiosonik, dan ultasonik. Di antara ketiga suara tersebut ada suara yang bisa di dengar dan ada suara yang terlalu keras dan terlalu kecil untuk didengar manusia. The Hum termasuk kategori suara infrasonik, yaitu sekitar 17 hertz hingga 0,001 hertz.

Sebenarnya manusia sulit mendengar suara pada frekuensi tersebut, namun beberapa orang pernah dikabarkan mendengar suara The Hum tersebut. Biasanya orang yang mendengar The Hum berada di tempat dengan kesunyian tingkat tinggi. Fenomena yang tenar terjadi pada tahun 1990 tersebut memang terasa sejak 1970-an. Hanya pada tahun 1970 dan 1980, fenomena tersebut belum bisa disimpulkan sebagai The Hum. penelitian seputar fenomena itu pun belum dimulai. Pada tahun 1990 di Amerika Utara fenomena serupa terjadi. Hal tersebut mulai jadi wacana publik. Itu berawal dari dari sebuah penelitian University of New Mexico atas komplain warga yang berada di daerah Taos, New Mexico. Mereka sering mendengar suara-suara aneh. Tak hanya itu, suara dengungan bumi juga terdengar di daerah Inggris,yang dikenal dengan Bristol Hum.

Berdasarkan keterangan saksi, suara tersebut memang lemah. Namun, cukup mengganggu kenyamanan saat tidur. Sejak adanya suara-suara itu, beberapa warga tidak dapat tidur dengan nyenyak. Pertanyaannya, mengapa terdengarnya hanya di kala tidur? Frekuensi rendah memang tidak bisa terdengar di kala manusia melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, pemecahan suara itu bisa terdengar manusia dipengaruhi faktor lokasi. Pada tahun 2006, tepatnya 15 November, Dr. Tom Moir dari University of Auckland, Selandia Baru, meneliti Auckland Hum. Dari penelitian tersebut,frekuensi dengungan bumi bisa mencapai 56 hertz, bergantung lokasi. Faktor kedekatan dengan sumber bunyi juga berpengaruh.
Dr. Davin Baguley, kepala audiologi rumah sakit Addenbrooke Cambridge, punya pendapat sendiri. Dia menyebutkan, bahwa orang yang memiliki masalah dengan dengungan bumi disebabkan fisik masing-masing. Perlu diketahui, 2/3 waktu orang yang biasa mendengar The Hum dihabiskan di sekitar suara-suara The Hum. Secara tidak langsung, pendengaran manusia telah terbiasa. Misalkan, suara diesel yang bisa terbawa sampai dalam keadaan tenang.

Peristiwa Taos Hum tercatat dalam sepuluh misteri bumi yang kerap dimuat dalam media ilmiah. Hal tersebut dipengaruhi karakter Taos Hum cukup besar dan sering terjadi di daerah tersebut. Taos Hum menjadi sorotan media. Salah satunya adalah program televisi Unsolved Mysteries. Taos Hum juga merupakan salah satu hal yang disebutkan dalam film seri yang penuh misteri the “X-Files”. Pengaruh sumber suara The Hum bergantung kegiatan yang mendominasi di area tersebut. Misalnya kota Kokomo dan Bristol yang didominasi industri. Sedangkan The Hum di Hawaii lebih disebabkan aktivitas Vulkanis.

Getaran suara yang dihasilkan tower pendingin di pabrik Daimler Chrysler mencapai 36 hertz. Sedangkan daerah pabrik Haynes International menghasilkan getaran 10 hertz. Sebuah fenomena The Hum di kota yang sama mampu terdengar dengan frekuensi yang berbeda. Dengungan bumi atau The Hum di Inggris, yang dinamakan Bristol Hum, bahkan telah menyebabkan satu orang tewas.
Pertanyaannya, apa sebenarnya The Hum ini?

source: http://aksesdunia.com/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Problematika Pendidikan Anak Indonesia

Pada dasarnya Indonesia merupakan negara berkembang, kemakmuran rakyat masih banyak yang belum terjamin. Bahkan pemerintah sudah ‘terpaksa’ angkat tangan atas problematika ekonomi, sosbud, dan politik. Sebenarnya dibutuhkan kesadaran dari rakyat sendiri dan pemerintah yang seharusnya lebih berperan aktif. Salah satu bentuk kesadaran diri warga Indonesia bisa dilihat dari pendidikan di Indonesia.


SDM di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara maju meskipun beberapa sudah mengalami proses belajar menuju masa depan dari sekolah-sekolah unggul dan berkualitas. Tidak perlu menyalahkan pihak pertama maupun kedua. Sebenarnya pemerintah telah meringankan beban anak Indonesia untuk mengenyam ilmu lebih dalam. Mulai dari program wajar 9 tahun, BOS, beasiswa siswa berprestasi, dan sekolah gratis untuk mereka. Akan tetapi, rendahnya minat anak Indonesia untuk ikut serta dalam program dan kurangnya kesadaran bahwa hidup mereka tidak hanya untuk bekerja dan berfoya-foya, sekadar beribadah pun tidak cukup, sesuai dengan Hadits bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim perempuan dan muslim laki-laki. Inilah yang dipertanyakan. Jadi salah siapa? Pemerintah yang kurang sosialisasi dengan anak bangsa atau anak bangsa yang tidak menyadari kepentingan ilmu untuk diri mereka.
Tetapi semangat anak Indonesia yang putus sekolah bisa jadi memang benar pudar karena pengalaman mereka mengenai mahalnya pendidikan Indonesia. Pemerintah seharusnya lebih peka bahwa biaya sekolah bukan satu-satunya kendala untuk memutus harapan anak bangsa. Dengan adanya beasiswa bagi siswa berprestasi dari banyak instansi itu akan lebih membantu. Harapan mengalir dari berbagai kalangan seperti orang tua yang mendukung anaknya kembali bersekolah, anak-anak kurang mampu yang berminat meneruskan sekolah, pemerintah yang ingin ikut serta memajukan pendidikan anak bangsa, dan presiden yang selalu siap sedia dengan program pendidikan. Jadi, untuk mempersiapkan generasi yang cemerlang dibutuhkan kerja sama secara tidak langsung antara pemerintah dan anak bangsa.


source: google
source: google




Seperti wejangan sederhana ini, “tidak peduli aku bersekolah di sekolah bertaraf internasional, sekolah teladan, sekolah swasta bergengsi, atau sekolah pinggiran semua tempat itu mencakup nilai yang sama. Yaitu menuntut ilmu untuk dunia dan akhirat.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ponpes? Well, Good!

Bloggie, long time no see right? Hari ini kita berjumpa lagi di daily posting, eh monthly posting.

Udah lama banget nggak terjun ke dunia blog, padahal banyak kejadian menarik selama aku live in a real world. Oke setelah lulus dari SMP, aku sekolah di MAN, dan mengalami beberapa pengalaman menarik kayak hunting foreigner, musuhan sama teman, diklat PA di hutan, dan makan bareng di mbah jenggot. Aku bereinkarnasi 180o jadi anak yang lebih muslimah, yaaa... walaupun kadang omonganku masih belum bisa dijaga sepenuhnya, nightmare! Jadi salah satu tips untuk diri sendiri yaitu ke PONDOK PESANTREN! Sebenarnya itu bukan hal yang luar biasa, tapi aku kembali ke dunia semacam itu setelah 3 tahun mengalami hal terburuk di dunia [baca: pergaulan re]. Orang tuaku menyambut dengan senang hati, karena telah bertahun-tahun mereka yang bujuk aku untuk ke pondok lagi. Jadi, aku berpisah dengan rumah. Awalnya, emang aku nggak suka, tapi lama-lama setelah aku tanya-tanya info ke teman sekelas mengenai pondok yang mau aku tinggali, enjoy ajalah. Malah aku punya pikiran mau tinggal di sana kira-kira 4 tahun.


المعهد الاسلاميه المنور كرفياك يوكياكارتا

Well, pondok itu adalah Ponpes Al Munawwir Krapyak komplek Nurussalam. Ketika aku masuk sana, dan mulai hari-hariku dengan di pondok demiiii apapun, aku sedikit kagol, pasalnya emang aku harus benar-benar mandiri dan disiplin, lengah sedikit sekolah atau pondok pasti hancur. Setiap hari aku harus latihan bangun jam 3, ya kalau susah itung-itung Senin Kamis cukup buat puasa. Niatnya sholat tahajjud, tapi susah beeet! Aku nyuci pakai tangan, maksudnya nggak pakai mesin cuci. Otomatis jemurnya langsung di tempat terbuka biar kena sinar matahari padahal waktu aku sekolah dan musim hujan, kalau hujan langsung bressss! Nggak ada yang ambilin! Aku harus bagi waktu antara ngaji dan pelajaran sekolahan. Aku pilih waktu produktif jam 9-11 malam untuk pelajaran sekolah. Belum lagi paginya harus antre kamar mandi. Berangkat sekolah pun masih jalan ke arah jalan raya terus nunggu bus jalur 2. Dan satu hal yang paling mengerikan, menghemat uang saku. Emang sih, sebenarnya nggak baik pelit untuk diri sendiri, tapi namanya juga latihan hidup prihatin.

Alright, itu sebagian kecil dari kegiatanku di pondok. Sebenarnya aku menikmati juga, toh insya Allah aku selalu punya niat dan tujuan yang baik, nggak bakalan rugi. Aku berangkat dari pondok ke madrasah untuk menuntut ilmu, aku pulang dari madrasah ke pondok juga untuk nuntut ilmu. Bahkan kedua tempat itu juga jadi tempat istirahatku, kalau malam aku tidur di pondok, dan kalau siang aku tidur di madrasah :D

So, friends don’t judge islamic dormitory like a jail. It will bring you (insya Allah) to the heaven start from now. You’ll never know when you never come inside. But be the first who telling to the world if that place was Amal Ma’ruf Nahi Munkar (Mengajak kebaikan dan Mencegah Kejahatan).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Moral Value

"Habis Manis Sepah dibuang"
Kalau sedang baik, ingat!
Karena banyak maunya


Kalau sudah bosan, lupakan!
Tinggalkan dia dan kembali ke dunia yang asli


Lidahmu tajam dan pahit. Bola matamu hitam dan sipit. Alismu turun naik. Menandakan kau sedang berpura-pura baik.


Ya ampun kawan, katakan apa maumu. Tidak usah pakai merayu. Bilang saja kau ingin sesuatu. Untuk kepastianmu

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SMA dan SMP itu...

SMP dan SMA itu... Beda!



Dulu waktu SMP pengen banget cepat-cepat SMA. Bilangnya selalu:
1. "Aku pengen cepat-cepat lulus"
2. "Ayo ujian cepat berakhir"
3. "Aku udah pengen cepat-cepat ganti baju jadi putih abu-abu"
4. "Hah, udah bosan pakai baju putih biru"
5. "Doakan saya masuk TELADAN"
Itu yang aku ucapin, dulu!

Sekarang aku udah SMA...
Apa yang terjadi? Aku pengen balik ke SMP. Bukan karena aku nggak mau sekolah di MAN atau aku berharap nilaiku jadi 38,.., Bukan! Kalaupun NEMku 38 pasti aku tetap disuruh milih sama babe antara pondok dan MAN.

*Back to the problem*
Nggg... Sebenarnya aku ngrasain sesuatu yang beda. Oke, sebut aja sebagai "pikiranku anjlok tiba-tiba." Aaaah... Aku sendiri bingung. Di SMA ini berasa yang aku lakuin selalu salah. Aku ke kanan, ke kiri, naik, turun, berdiri, duduk, jungkir balik semua salah! Nggg... Kalau nggak ngerti sebut aja ambigu!

Di SMP... SMP? Yah, banyak asiknya seperti apapun keadaannya, kondisinya, mood nya semua tetap berasa asik! Ada yang beda. SMP yang unik, teman-teman yang asik, kejadian yang uptodate dan what a surprise!
Soal-soal yang nggak pernah berhenti, makalah yang berlembar-lembar, guru yang unik, baik, lucu, galak, kalem ada semua! Moving class, presentasi, tes online, ruangan baru Bu Narsih :) atau tragedi N2 [baca: pelajaran PKn].
Aku kangen sama itu semua. Apalagi kantin belakang: ada Bu Pon, anaknya Bu Pon yang kecil imut-imut, nasi kucing, dsb lah ya! Satu lagi yang nggak boleh terlewatkan. Seni Rupa! Kangen banget sama Bu Frida dan cara ngajarnya *di SMA nggak ada, Bu guru macam ibu :')* tugas-tugas seni rupa yang makan banyak biaya, ruang seni rupa, mural batik!
Hoh iya, perpustakaan yang penuh dengan akses internet haha, foto copy Bu Mul, musholla sekolah yang nggak tahu kapan diperbaiki, home stay home yang hampir selesai, and the last but not least Mbah Jawadi: kedai yang diramaikan 4 Pakem.

musikalisasi puisi 9C
Kami lulus 100%


pramuka kelas 7
tonti kelas 8


mural batik :)

Ini bukan tahun yang buruk! Aku masih kelas sepuluh. Masih awal untuk bisa langsung menerima perbedaan macam itu, hahaha... You'll never know what will happen tomorrow. Suddenly you live there and enjoy the day that called tomorrow! 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

HELL!

Entahlah... Semua orang-orang di SANA itu, HELL se HELL-HELL nya~
Gue sendiri bingung kenapa orang-orang itu nggak bisa mengerti waktu mereka ngomongin orang, gosipin orang, ngejelek-jelekin orang TAPI... Diri mereka sendiri aja begitu HELL nya!
Well, this is not a criticism from me but it's the reality. Aneh bukan? Mulut udah sampai sana-sini tapi kelakuan sendiri nggak sadar. Hei mengacalah, atau kamu nggak punya kaca! Pantes lo tuh miskin ati, miskin nurani, dan miskin qona'ah~
Berteman itu nggak pilih-pilih, guys! Berteman itu ikhlas. Jujur, walaupun aku juga beberapa rada nggak suka sama orang di lingkungan "kita". Tapi setidaknya masih bisa bertoleransi, berbicara dengan ikhlas, bukannya TALK TO MY HAND!
Masih jaman ya berteman dengan cara kubu-kubuan atau gang-gang an, huh? NORAK se norak norak nya~


Apakah itu sisi kiri kalian? Apa selama ini kalian mengenakan topeng? Mask will fade as well!
Hah lupakan! Kalian nggak akan pernah dengar dan nggak akan pernah ngerti.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sajak Senja

Kereta api dan rel terasa keras
dan dingin di tanganku
Matahari lepas pandang
dan ujung petang menyentuhkan jari kaki
pada dinding jantungku
Aku memandangmu
dan tatkala kereta api bergerak,
kata selamat jalan tetap tak terucapkan

Barangkali
Pertemuan
dan
Perpisahan ini
lebih dari kata-kata
Aku menghapus air mata
di dalam gelap
dan rel yang panjang itu
sesekali memantulkan cahya neon,
aku teringat
hiasan putih di blouse-mu yang biru pekat


Bakdi Soemanto.2007.Kata.Yogyakarta.Bentang
Berharap dengan jalur kereta yang sama, waktu yang sama, pakaian yang sama, barang bawaan yang sama, wajah yang sama, senyum yang sama, dan kereta tujuan Yogyakarta akan kembali :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Funny, Right?

Coba renungkanlah ini dalam waktu 11 menit dan pahami apa sebenarnya yang kita butuhkan di dunia ini untuk di akhirat nanti.


1. Ketika kamu punya uang 5.000 dan posisimu lagi di masjid, kamu bawa HP dan pulsanya habis. Dengan yakin uang 5.000 lebih memilih masuk ke counter daripada kotak infak.


2. Kamu dapat undangan pengajian sekaligus undangan promnight party dan acara tersebut di waktu yang bersamaan. Dengan yakin kamu pilih datang ke promnight party daripada pengajian.


3. Ketika kamu berada di masjid sedang sholat, bacaan suratnya panjang, pikiranmu pasti sudah melayang-layang kemana-mana. Sementara ketika kamu menonton konser dan lagunya yang panjang, kamu akan tetap fokus pada konser itu dan tidak lagi ingat pada Allah dan sholatmu.


4. Ketika kamu sedang sholat berjamaah kamu berlomba-lomba untuk menduduki shaf belakang, sementara ketika kamu menonton sebuah konser kamu berlomba-lomba mendapatkan tempat terdepan.


5. Kamu mempunyai waktu yang amat panjang untuk bermain bersama teman-temanmu, sementara kamu hampir tidak punya waktu untuk berbicara dengan Tuhan mu (Allah) melalui sholat.


6. Kamu punya banyak waktu untuk membaca 4-5 komik, sementara Al-Quran yang hanya 1 hampir tidak pernah kamu buka.


7. Kamu lebih suka menabung untuk membeli HP baru daripada menabung untuk disumbangkan pada panti asuhan.


8. Kamu lebih mudah menghafal lagu-lagu pop, sementara kamu selalu kesulitan menghafal ilmu bermanfaat dari gurumu.


9. Ketika pacarmu mengajakmu untuk pergi hanging out dengan mudah kamu mengiyakannya, sementara ketika orang tuamu mengajakmu ke masjid kamu pasti punya banyak alasan untuk menolaknya.


10. Ketika kamu dapat sms dari pacarmu kamu cepat-cepat membaca dan membalasnya, tapi giliran baca Al-Quran kamu menunda-nundanya.


11. Kamu berkata mahal untuk infak 10.000 dan menunda-nunda pembayarannya, sementara kamu berkata murah untuk sepatu 450.000 dan berusaha untuk membelinya.


Bukankah lucu hidup ini? Melakukan sesuatu yang fana dan belum tentu ada manfaatnya. Sementara hal-hal yang lebih dibutuhkan di akhirat nanti justru diabaikan dan dianggap sepele. Dan di saat kita sadar di hari tua nanti... Cucu kita bertanya, "Eyang, umurnya berapa sih?" kita dengan malu menjawab "10 tahun, nak" si cucu pasti terkejut dan bertanya, "kok bisa? aku aja masih 10 tahun. Eyang yang udah tua udah punya cucu masa masih 10 tahun. Paling nggak kan 72 tahun!" kita sepantasnya menjawab dengan rasa malu, "Kalau Eyang hidup di dunia ini itu 72 tahun, tapi umur Eyang masih 10 tahun, umur dimana Eyang melakukan hal-hal terpuji, baik, di jalan yang lurus. Umur yang 62 tahun itu umur setan! Umur dimana Eyang lalai sama perintah Allah." naudzubillahi min dzalik. Dari 11 uraian di atas menunjukkan jalan yang akan kita tempuh, hidup punya 2 pilihan. Begitu juga tujuan kita nanti ada 2 pilihan surga dan neraka. Insya Allah kita semua umat Islam bisa berada di jalan yang diridhoi Allah menuju surga, Amiiin.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

WARNING!

Bloggie tahu yang namanya ALAY? ALAY punya banyak kepanjangan kayak Anak LAYangan, Anak meLAYu, Anak LebAY, dsb. Yang pasti banyak orang-orang yang mengenal dan menganggap ALAY adalah sesuatu yang harus dikucilkan, didiskriminasi, dan dimusnahkan. Tulisan daripada ALAY sendiri biasanya berbentuk seperti ini: 4L4Y dan orang ALAY biasanya disebut 4L4Yers. Orang-orang menganggap ALAY itu menjijikkan, aneh, dan terlalu berlebih-lebihan. Menurutku pribadi, kadang ALAY memang menyedihkan! Bahkan ALAY sempat berhasil masuk ke jajaran Trend Topic di twitt*r


Bayangkan mereka suka menulis dengan huruf-huruf aneh, kata-kata yang panjang, dan huruf besar kecil. Aku sempat mikir... Apa mereka nggak ngerasa itu melelahkan. Kalau harus ngetik sms dengan huruf besar kecil, kalimat yang panjang dan aneh-aneh yang menghabiskan karakter sms, juga sulit dibaca. Contohnya: Ea,,, qUw cNdiLiiH uGaagH sUka aMaA dyAah... (untuk huruf normal) duwwh quw ugaggh cuucah pikirnah! Kesusahan kan waktu kita baca tulisan itu, udah gitu kalau itu dijadiin bahasa sms apa ya nggak capek jari-jarinya mencetin tuts HP bolak-balik pake huruf besar kecil. Mungkin mereka (4L4Yers) menganggap tulisan itu unik dan lucu. Padahal sumpaaah! Kalau aku di sms sama orang ALAY aja aku nggak bisa bacanya, dan biasanya kalau sms itu penting aku bakal telpon orang itu balik bertanya apa maksudnya tanpa menyinggung "ALAY e tulisanmu!" ini menurut pengalaman pribadi dan jujur aku sendiri pernah ALAY! ya... itu masih jaman-jamannya mengenal sms pertama kali. Tapi seenggaknya aku nggak pernah pake huruf yang dibesar kecilin. And fact says if ALAY isn't come from form of write only but the style, the photo, and how well we speak. Ternyata 3 hal itu masuk nominasi pandangan tentang 4L4Yers. Suatu ketika, seseorang yang fashionista tapi terlalu mencolok dan berlebih-lebihan bisa dibilang ALAY juga, contohnya: kayak pemeran G* G* G*rl! yang dandanannya pakai kacamata warna-warni nan gede-gede, bando warna-warni mencolok, bawa permen lollipop gede-gede, tas warna-warni mencolok, sepatu warna mencolok, kaus kaki belang-belang. Setidaknya style kita yang casual aja udah enak dilihat kok. Foto kita yang terpampang jadi foto profil sebuah social network bisa dibilang ALAY kalau ada gaya-gaya tertentu, contohnya: moncongin bibir sambil naruh jari telunjuk di bibir dan satu tangan ada di pinggang, majuin badannya ke depan, sedikit nyipitin mata. Menurut pandangan kawula muda anti 4L4Y itu NGGAK BANGET! Iya nggak? ayo ngaku! Now, it's about how well we speak. Aku punya seorang teman yang kalau setiap dia ngomong pasti selalu dibilang ALAY, gue juga nggak ngerti kenapa! Atau setiap dia jerit-jerit *bunyi KYAAAAAA* itu dibilang suara ALAY dan pada tutup kuping. Atau kata yang ada "Y" nya itu disebut 4L4Yers ya? contoh: kalau kita ngomong "Jyijyik!" "makacyih" "Apaan cyih?" yang gitu-gitu!


The second, ini tentang nama/username di salah satu social network. Ambil sampel facebo*k, disitu banyak terdaftar nama-nama yang panjang, ruwet, susah dibaca, dan punya makna bagi si pemilik akun. Contohnya: Ron*teteppunyacinta Sintanamanya Dihtiqcumaadirinya, De'L*urhendnhathaAmhalhieyha Hopeallthebestinmylife Loveallandyoutoforever, dsb. Orang-orang kayak gitu biasanya udah satu kesatuan teman-temannya pasti ada yang ALAY. Sementara menurut pandangan seorang eksistor di sebuah daerah (sebut aja cowok/cewek populer ababil "ABG Labil") 4L4Yers tuh nggak banget jadi teman mereka di social network, atau namanya nongol di list friends mereka. Kalaupun ada pasti bakalan di remove atau disindir abis-abisan, sudah kejadian pada 6-14 teman gue yang melakukan hal tersebut, tapi nggak semua eksistor kayak gitu juga lho. Sampai sekarang banyak anak-anak facebo*kers beralih ke twitt*r dan berharap kehidupan para anti ALAY itu nggak diganggu, kalaupun ada 4L4Yers daftarin diri, biasanya mereka cuma buat dan follow memfollow habis itu fokus lagi ke facebo*k.


The last, actually, not at all about ALAY is bad, orang ALAY nggak sepenuhnya harus kita jauhin. Mereka juga ada sisi baiknya kok. Orang ALAY itu mudah berkawan lho nggak seperti beberapa eksistor yang kalau di add nggak di confirm sampai berapa lama, kalau di follow sampai di mention minta follback nggak di follback. Sedangkan 4L4Yers... Mereka bisa berteman dengan siapapun. Believe it or not, try to add or follow an eksistor and an 4L4Yers in one time, compare! In a week I'm surely if an 4L4Yers will confirm or follow back us faster than eksistor. Hanya, mungkin mereka juga harus merubah kebiasaan mereka yang memusingkan itu. Dari tulisan mereka yang hurufnya besar kecil dan nggak jelas bahasanya. Gunakanlah EYD yang benar yang sudah diajarkan oleh guru bahasa Indonesia. Atau style mereka yang dibilang para pengamat berlebih-lebihan, mencolok, dan norak. Untuk masalah foto, menurutku setiap orang punya gayanya masing-masing untuk mengekspresikan diri mereka di depan kamera.


So, try to speak and relate with 4L4Yers. That'll not make you change your normal habit into an ALAY habit. 4L4Yers is a social creature. They need our attention to. Is well have a lot of friends than one enemy, right? NOTE IT! This post isn't an urge or an obligation to you to hear what I write, just be yourself and do what you wanna doing.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"Hikmah" Buka Puasa 2

#episode 2 Buber, Nyasar ke AlKid

Jumat tanggal 12 Agustus 2011 pukul 16.30 aku sampai di MAN Yk 1 kumpul buat pergi buka puasa di WS depan GOR UNY. Sebenarnya kalau dari rumahku langsung kesana malah lebih cepat berhubung aku harus jemput si kecil, AMAL jadi, terpaksa datang ke sekolah. Waktu aku datang udah rame juga sama anak-anak. Wah, berarti aku molor banget kan ya -_-
Finally, kami langsung menuju TKP dan disana udah ada ENSI *yeee* :D ohiya, satu warung itu yang paling heboh cuma kita doang, yang foto-foto sana-sini, yang pesan menunya paling rame, dan yang paling gokil cara makannya. NOTE IT! AISYAH sama aku kebingungan dalam pegang antara pisau sama garpu. Akhirnya, karena kita ikut cara islam. Cara pertama, pisau di tangan kanan dulu buat ngiris, terus garpunya pindah tangan kanan buat makan. Cara kedua, pisau di tangan kanan tapi makanan dicincang dulu sampai akhir baru dimakan satu-satu pakai garpu di tangan kanan sampai kenyang :D

*makan dan foto-foto.. Ohiya bagian ini nih kasian juga sama IZZUDDIN, dia jadi fotografer ckckck.. tau tuh makanannya udah habis apa belum*

Posisi belum sholat maghrib tuh, akhirnya semuanya mutusin ke Masjid UGM dan sholat disana. Berhubung aku nggak sholat jadi cuma nunggu di luar, nungguin MAYYA and HER :D, dan nggak lupa dengarin ocehannya ENSI yang sumpaaaaaah nggak penting! Selesai sholat niatku udah mau ngantarin AMAL pulang. Eeeeh, anak-anak malah ngajakin ke AlKid (Alun-alun Kidul) yasudah... Berlanjutlah perjalanan ke AlKid. Bayangkaaaan yang ini, pamitnya buka puasa malah kelayapan nyampe AlKid *ckckck anak macam apa saya ini*.
Tapi karena teman-teman ngerasa asyik, aku sih ngikut aja. Aku AMAL, ALYA IRUZ, AYU AISYAH, dan JAKE NURUL kita masuk ke arena alun-alun ang guess what? Muter-muter lapangannya sampai 2 kali gara-gara nyariin HANIDA tapi nggak ketemu-ketemu. Ternyata memang HANIDA dan antek-antek lainnya belum datang -_- akhirnya, kita parkir duluan dan nungguin mereka datang. Ohiya aku mau say thanks so much buat IRWAN hahahaha untung dia nemuin STNK ku coba kalo nggak! Mati aja aku! Kunci motorku juga, kalo sampai lupa nyabut di belakang motor, berabe masalahnya!
Aku, IRUZ, sama AISYAH ngeliatin orang yang naik sepeda gandeng kita jadi pengen. Akhirnya kita berencana dan JADI juga naik itu keliling 4 putaran dengan harga Rp 15.000,- GOKIIIIIIL abis! And guess who was sitting in the front side? ME! how dare! Udah megangin setang paling utama, nggenjot paling capek, paling berisiko, dan yang jadi penentu keseimbangan. Tapi setiap ada kesalahan selalu yang disalahin AISYAH, 
"woooo to Aisyah ki lho! Genjot Yah, nggak genjot bayar 10.000" hahahaha... yang diomongin cuma itu-itu aja. Believe it or not! Kita naik sepeda benar-benar tersiksa harusnya kan gembira, kami sengsara! Rantai sepeda sampai lepas lebih dari 5 kali dan ini nih AISYAH nggak mau ambil bagian benarin rantainya *huuuuu*, nggak seimbang (menggok-menggok) nyampe hampir membahayakan diri sendiri karena motor yang berlalu lalang 
"Wooo... Aisyah ki lho!", udah gitu mau foto-foto malah gambarnya gelap *ckckck malang kita*, nah koplaknya kita tuh naik sepeda bukannya konsentrasi sama jalan atau genjotnya kompakan malah ketawaaaaaa terus nggak berhenti-berhenti! Apalagi AISYAH itu, 
"wooo Aisyah ki lho! Udah heh, diam, ayo, genjot!". Giliran tukaran posisi (awalnya) AISYAH duduk di depan, aku pindah ke belakang, dan IRUZ pindah ke tengah. Tapi belum ada setengah jalan baru juga krek krek berapa genjotan gitu, AISYAH udah nggak kuat 
-_- APEEEES buat aku! Aku tetap ada di depan dan AISYAH ganti ada di belakang tapi dia bilang, "Susah tau di depan tuh! Aku ngerasain kok, Fi. Susah, ayo Fi, aku bantu" Bantu apanya! Dia nggak genjot sama sekali gitu...

*keliling pakai sepeda dan ketemu HANIDA cs yang naik kereta becak sama AMAL cs yang juga naik kereta becak*

Sekitar jam 20.25 WIB kita buru-buru pulang. Hah, nggak lupa juga aku harus ngantarin si AMAL pulang dulu. Di perjalanan mau pulang, aku ditelepon sama sepupuku suruh mampir Malioboro main bentar! Masya Allah, akhirnya aku kesana... Ramenyaaaaa setengah mati! Sesudah main-main, aku pulang karena ayahku tercinta sudah telepon berulang kali, khawatir pada anak tercintanya ini :D
Perjalanan pulang... Niatnya sampai di Serangan aku mau ambil jalan pintas belok ke kiri. Eladalaaah malah nyasar sampai ke Jl. Hayam Wuruk... ya Allah jauhnyaaaaa dari Jl. Kaliurang. Harusnya waktu ada pertigaan pertama aku belok kanan nanti lewat di Teladan tapi malah luruuuuus jauh! Akhirnya aku nanya sama seorang bapak penjual sate.

aku              : "Permisi bapak, mau nanya jalan mau ke jalan Kaliurang itu kemana ya?"
si bapak       : *ekspresi kaget* "Walah dek, wis adoh banget &#@$!%?*~}\|]>/;..............................."
aku              : "Maaf Pak, saya nggak mengerti basa jawa. Saya bukan orang jawak"
si bapak       : *ngekek dan minta maaf* "Ini mbak, belok kanan sampai di perempatan lampu merah ini belok kiri, nanti lurus terus sampai ada pertigaan belok kiri lagi, habis itu belok kanan ngelewati rel kereta api itu satu jalur ikutin aja terus. Nanti lurus aja sampai ketemu stadion kridosono itu muter..."
aku              : "oh yaudah makasih pak, saya udah tahu kalau jalan yang itu. Makasih banyak ya, Pak" *aku pergi tanpa membeli satenya*

Aku ngebut mati-matian! Nggak percaya banget karena waktu aku pulang... Ngeliat ke spanduk-spanduk toko, 'Jl. Lempuyangan' masya ALLAH! Apa-apaan ini, jauh benar aku nyasarnya!

Akhirnya jam 21.19 WIB aku sampai juga di rumah dengan posisi kehausan total! Dan aku mulai kelaparan lagi.. Akhirnya aku makan dengan lahap dan berberes-beres buat besok pagi. Nggak lupa juga sih, aku ngetik ini "Hikmah" Buka Puasa 2 di notebook tercintaku.
Tapi yang pasti terima kasih banyak buat teman-teman yang udah ikut berpasrtisipasi dan meramaikan acara buka bersama kali ini. Lain kali adain lagi yang lebih seru, kalau perlu sekalian mainnya ke Ketep! Nggak pulang ke rumah! Pamit buber eeeeh... nyasar ke AlKid ckckck. Yes, that experience is the bestest I ever felt! It had challenging  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS